SEJARAH SINGKAT
Masjid Bunyaanul Hudaa merupakan
salah satu masjid tua di kawasan Kabupaten Wonosobo.Berdasarkan data yang kami
peroleh dari dokumen KUA Kecamatan Kalikajar serta penuturan dari sesepuh dan
tokoh masyarakat Kembaran,masjid yang terletak di Jl.Ronggolawe Desa Kembaran
ini didirikan sekitar tahun 1842M.Berdirinya masjid ini tidak lepas dari peran
seorang ulama yang berdakwah di daerah Kembaran pada masa itu yang dikenal masyarakat
dengan sebutan Mbah Kyai Raden Santri.Beliau inilah yang telah berjuang dan membimbing masyarakat yang pada masa itu masih kental dengan tradisi hinduisme hingga menjadi masyarakat yang islami.
Kyai Raden Santri berdakwah
didaerah ini hingga akhir hayat beliau dan dimakamkan di pemakaman umum
Semunggang Desa Maduretno kecamatan Kalikajar.Meskipun beliau telah tiada akan
tetapi masyarakat masih menghormati dan mengenangnya,hal ini dapat dilihat dari
banyaknya masyarakat yang berziarah kemakam beliau terutama pada hari kamis
atau Jum’at tiap pekannya.Mengenai nama Kyai Raden Santri,adakah keterkaitan
dengan nama Kyai Raden Santri Gunung Pring Muntilan? wallohu a’lam,karena
sampai saat ini belum ada kajian ilmiah tentang hal tersebut.
Sepeninggal Kyai Raden
Santri,dakwah di Desa Kembaran dilanjutkan oleh para ulama Ahlussunah
waljama’ah,diantaranya KH.Abdul Hamid dari Krompakan Magelang lalu dilanjutkan
oleh KH.Dimyati (Kaliwiro,Wonosobo),kemudian dilanjutkan oleh Kyai Abdullah
Umar hingga akhirnya tugas da’wah dilanjutkan oleh Kyai Sonhaji.Setelah Kyai
Sonhaji wafat,estafet dakwah didesa Kembaran dilanjutkan oleh Kyai Sobar Usman
yang tidak lain adalah menantu dari Kyai Sonhaji hingga saat ini.
PEMUGARAN DAN PEMBANGUNAN
Guna memenuhi kebutuhan
masyarakat yang 100% adalah muslim Ahlussunah waljama’ah,sejak berdiri hingga
saat ini telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan
pada tahun 1920.Pada tahun 1965 saat kepemimpinan dipegang oleh Kyai Sonhaji
pemugaran kedua dilakukan,pada pemugaran kedua ini pembangunan sudah
menggunakan batu kali dan semen merah yang dibuat dari pecahan genting yang
dihaluskan.Desain masjid saat itu digambar oleh Kyai Sonhaji dan dikerjakan
oleh tukang- tukang dari Desa Kembaran sendiri.
![]() |
| Masjid Bunyaanul Hudaa lama (dibangun tahun 1965) |
Seiring berjalannya
waktu,pertumbuhan penduduk tidak dapat dihindari lagi,bangunan masjid pun tidak
mampu menampung jama’ah yang semakin banyak terutama saat sholat Jum’at maupun
Idul Adha dan Idul Fitri.Dimulai pada tahun 2003 pembangunan dan pelebaran
Masjid Bunyaanul Hudaa dimulai.
![]() |
| Pembongkaran bangunan masjid lama |
Dengan semangat gotong royong yang
masih kental,masyarakat Kembaran bahu membahu bergotong royong membangun masjid
demi terpenuhinya kebutuhan sarana peribadatan yang memadai.Setelah memakan
waktu selama 4 tahun yaitu dari tahun 2003 sampai tahun 2007 dan berdiri di
atas lahan seluas 1270 m2 masjid dua lantai seluas 528 m2 akhirnya
selesai pengerjaannya dengan menelan biaya sekitar Rp.1.500.000.000 bersumber dari swadaya murni masyarakat Kembaran.Masjid
Bunyaanul Hudaa diresmikan
penggunaannya oleh Bupati Wonosobo H.Abdul Kholik Arif pada tanggal 15
April 2007
![]() |
| Lantai atas |
![]() |
| Serambi depan |
![]() |
| Mihrab |
![]() |
| Masjid Bunyaanul Hudaa |
![]() |
| Masjid Bunyaanul Hudaa |
![]() |
| Masjid Bunyaanul Hudaa |
Kini masyarakat Kembaran telah
memiliki sebuah masjid yang indah dan megah yang diharapkan dapat menjadi
mercusuar dakwah di Kembaran dan sekitarnya,Amin.








Masukkan komentar Anda... Miozam miozam nang kulone masjid seng do ngelih do mampir,
BalasHapus